WHERE THERE IS A WILL THERE IS A WAY

WHERE THERE IS A WILL THERE IS A WAY

Sepenggal kalimat judul di atas mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita,yang kurang lebih berarti dimana ada kemauan disitu ada jalan. Adalah Subhan Mursalin Al Charity atau yang akrab disapa Pak Subhan dan Uncu oleh rekan-rekan serta keluarga nya, pria kelahiran desa Kedondong kabupaten Pesawaran Propinsi Lampung ini adalah anak bungsu dari tujuh bersaudara pasangan Bapak Mursalin bin Pane dan Ibu Maryani binti H. Muhammad Tiar. Lahir ditengah keluarga sederhana dan lingkungan di pelosok desa tidak membuat beliau memadamkan semangat untuk terus menuntut ilmu pada jenjang akademis tertingi. Dukungan serta doa orangtua,istri serta keluarga yang selalu menaungi beliau adalah hal terpenting beliau sampaikan dalam pidato promosi doktoral yang digelar di UIN Raden Intan Lampung.

Beliau menyelesaikan Sekolah Dasar (SD) pada tahun 1999 di SDN 01 Kedondong Kec. Kedondong Kab. Pesawaran, Lampung, kemudian pernah melanjutkan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTS N) 1 Kedondong, tetapi karena lain hal Subhan yang ajaran di sapa Uncu itu memilih pindah sekolah dan menyelesaikan sampai tingkat akhir di MTs Mathla’ul Anwar Kedondong hingga tahun 2003. Pada tahun 2006 ia menyelesaikan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Madrasah Aliyah (MA) Mathla’ul Anwar (Yayasan Pondok Pesantren Mathla’ul Anwar) Kedondong, Pesawaran. Usai lulus sekolah di Madrasah Aliyah Subhan melanjutkan ke perguruan tinggi IAIN Raden Intan Lampung yang saat ini sudah menjadi Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung  (UIN RIL), dengan memilih jurusan Tadris Bahasa Inggris atau Pendidikan Bahasa Inggris, dan berhasil meraih gelar sarjana setelah mempertahankan Skripsinya yang berjudul “Analyzing the students’ English achievement taught Grammar Translation Method in teaching process, a study case that appear at Madrasah Aliyah Mathla'ul Anwar Kedondong Pesawaran in 2010” dibawah bimbingan Meysuri,M.Pd dan Siswoyo, M.Pd.

Dari sini kita dapat belajar betapa semangat beliau untuk terus menimba ilmu meskipun dengan segala keterbatasan namun tidak di jadikan pembenaran untuk menyerah bahkan dapat menjadi pemicu semangat menciptakan kehidupan yang jauh lebih baik di masa depan.  Pada tahun 2015  beliau melanjutkan Program Magister (S2) pada Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung pada jurusan Manajemen Pendidikan Islam dan lulus pada tahun 2017 dengan mengedepankan penelitian thesis yang berjudul “Supervisi Akademik Kepala Madrasah (Studi Pada MTSS Darul Huffaz Lampung Kabupaten Pesawaran)" dibawah bimbingan Dr. Yetri,M.Pd dan Dr. Jamal Fakhri,M.Pd. Beliau kembali melanjutkan studi doktoral setelah mendapatkan kesempatan meraih beasiswa program 5000 doktor Kementerian Agama Republik Indonesia pada UIN Raden Intan Lampung 2017, program studi Dakwah dan Ilmu Komunikasi, konsentrasi Pengembangan Masyarakat Islam.

Saat ini, Selain telah menyandang gelar Doktor, beliau adalah Dosen tetap Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdhatul Ulama (STAINU) Kota Bumi Lampung Utara dengan mengampu mata Kuliah Bahasa Inggris 1 dan Bahasa Inggris lanjutan baik pada jurusan hukum Keluarga Islam, Pendidikan Bahasa Arab maupun Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Hadist Tarbawi, Tafsir Tarbawi, Fikh Ushul Fikh, Pengantar Ilmu Falaq dan Penyuluh Pembangaunan Agama pada Prodi Hukum Keluarga Islam. Dan tentunya beliau juga adalah Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Kurikulum dan SDM Pondok Pesantren Darul Huffaz tahun 2020 hingga sekarang. Kepala Pusat Pengembangan Bahasa (bahasa Inggris) Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdhatul Ulama Kota Bumi Lampung Utara 2020 hingga sekarang, serta aktif sebagai President of English Center Pondok Pesantren Darul Huffaz tahun 2020,serta masih terus aktif mengajar langsung santri-santri Darul Huffaz didalam kelas.

Beliau berpesan, sebagai generasi muda khususnya putra daerah Pesawaran, secara pribadi dirinya melandasi motivasi dalam meng-upgrade potensi diri karena pentingnya kita sebagai generasi muda untuk mempersiapkan diri sebagai SDM yang unggul dan berkarakter,untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi persaingan global yang mau tidak mau, suka tidak suka harus dihadapi. Beliau berpesan tetaplah rendah hati kepada siapapun, karena pencapaian yang kita raih saat ini pada dasarnya melibatkan orang lain di dalamnya. "Mengingat modernisasi dan globalisasi dunia yang bermakna persaingan intelektual perlu dihadapi dengan cara mempersiapkan diri. Pencapaian yang saya raih, pada prinsipnya merupakan pencapaian bersama khususnya kedua orangtua saya, keluarga khususnya istri dan anak-anak saya, guru, teman, dan sahabat yang terus memberi masukan dan arahan kepada saya," ungkapnya.

Terakhir, beliau berpesan bahwa pemuda pesawaran umumnya pemuda Lampung bahkan lebih khusus lagi pemuda muslim  dan santri-santri hendaknya mengisi dan mempersiapkan diri, tidak hanya skill dan kemampuan namun lebih utama lagi menanamkan karakter keislaman dalam setiap pencapaian yang diraih, bukan soal keterbatasan tapi semua bisa tercapai karena ada kemauan. Sekali lagi barakallah untuk Dr.Subhan, M.Pd atas amanah gelar yang diraih semoga menjadi manfaat bagi sesama serta menambah khazanah keilmuan di Darul Huffaz khususnya.