WAKTU TIDAK DAPAT DIULANG KEMBALI

WAKTU TIDAK DAPAT DIULANG KEMBALI

Berasal dari Kota Liwa Kabupaten Lampung Barat, tepat nya di Pekon Kubu Perahu Kecamatan Balik Bukit, santriwati yang bernama lengkap Regha Saphira merupakan anak dari orangtua Junaidi dan Istariah ini masuk dalam jajaran santri berprestasi di Darul Huffaz. Termotivasi oleh kakak kandung nya yang juga seorang alumni pondok pesantren membuat Rega membulatkan tekad nya untuk mendaftar di Pondok Pesantren Darul Huffaz. Pada masa awal menuntut ilmu di pondok, Rega mengakui mengalami sedikit kesulitan untuk beradaptasi,hal ini dikarenakan ia berasal dari sekolah negeri atau sekolah umum dengan porsi pelajaran agama yang terbatas. Namun hal tersebut tidak membuatnya berputus asa. Memasuki kelas tahsin selama enam bulan awal,hal tersebut dilakukan guna memperbaiki dan menyempurnakan cara membaca Al Quran dan memang sudah menjadi program di Darul Huffaz bagi santri baru. Alhamdulilah sejak saat itu Rega fokus dan berusaha menyelesaikan hafalan juz 30 nya ditambah dengan surat surat Ar Rahman dan Al Mulk seorang diri.

 

Saat ini Rega sudah duduk dibangku kelas 12 Madrasah Aliyah Darul Huffaz. Sebelumnya ia terdaftar dikelas takhasus dan berhasil menyelesaikan hafalan sebanyak 20 juz. Masalah muncul ketika ia mulai melanjutkan studi di Madrasah Aliyah, Rega yang sudah bertekad untuk segera menyelesaikan seluruh hafalannya terkendala oleh adanya aktifitas tambahan sebagai Ketua OSPDH (Organisasi Santri Pondok Darul Huffaz). Sebuah organisasi semacam OSIS disekolah umum yang bergerak dalam pembentukan karakter pribadi yang disiplin, bertanggungjawab dan berjiwa pemimpin. Kesibukan barunya ini membuat Rega awalnya merasa kesulitan dalam membagi waktu baik untuk pelajaran sekolah, maupun kelas tahfidz nya. Namun lagi-lagi keterlibatannya dalam organisasi justru membuatnya semakin dewasa dan matang dalam melakukan manajemen waktu. Rega tidak mau banyak membuang waktu dengan percuma, sebagai contoh ia menyampaikan bahwa waktu sebelum subuh adalah waktu yang sangat baik untuk fokus pada Al Quran, ia berusaha memaksimalkan hafalannya pada waktu itu. Ia bertekad untuk selalu hadir dan aktif di kelas pelajaran maupun kelas halaqah tahfidz. Hal ini terbukti dari berbagai prestasi yang berhasil diraih baik dalam hal akademik maupun tahfidz. Berhasil menyelesaikan hafalan sebanyak 30 juz dan memperoleh juara 1 pada kelas 10 dan 11 bahkan juara umum pada semester kedua. Biidznillah semua itu diraih disaat yang bersamaan dengan keaktifan nya diorganisasi dan ekskul yaitu ekskul jurnalistik dan yang terbaru ekskul memanah.

 

Saat ini Rega sedang mempersiapkan diri untuk tampil pada acara Final Musabaqah Hifdzil Quran ke 5 tingkat Asean di Ponpes Darunnajah Jakarta yang akan digelar pada bulan Oktober mendatang. Yang mana sebelumnya ia berhasil meraih juara 3 untuk kategori 10 juz pada babak penyisihan di PPRU Sumatera Selatan. Rega juga menyampaikan rasa syukur dan terimakasih nya kepada wali kelas Ustazah Annisa Nur Fajrindy Lc yang senantiasa mendampingi dan memberikan bimbingan layaknya orangtua bagi santri-santri di Darul Huffaz. Begitupun kepada wali halaqah nya Ustadz  Shobarin Syakur Al Hafidz yang selalu memotivasi dan mengingatkan untuk senantiasa istiqomah memberikan waktu lebih pada Al Quran. “ Waktu setiap orang tidak pernah sempit, tergantung bagaimana kita bisa membagi waktu kita dengan hal-hal yang bermanfaat. Terkadang saya juga merasa lelah, tetapi saya selalu ingat masih banyak hal yang harus saya lakukan. Hingga membuat saya tidak mau berhenti bergerak aktif dalam melakukan perubahan,karena saya tahu waktu tidak dapat diulang kembali” Rega Shapira.