METODE TAHSIN UTSMANI EFEKTIF DAN MUDAH

METODE TAHSIN UTSMANI EFEKTIF DAN MUDAH

Penggunaan metode pembelajaran dalam meningkatkan peranan pengajaran agar lebih dapat diterima oleh santri merupakan keharusan, karena dalam tujuan mengajar disebutkan agar bahan ajar yang diberikan kepada santri dapat diserap dengan baik. Begitu juga dengan membaca Al-Qur’an selayaknya menggunakan metode untuk mengoptimalkan penyampaian materi sehingga dapat diserap dengan baik oleh santri, salah satu metode yang berkembang saat ini adalah metode Utsmani. Lalu yang menjadi pertanyaan,mengapa Utsmani? Bukankah ada metode-metode lainnya?

Menurut KH Efendi Anwar Lc Metode Utsmani merupakan cara mudah dan menyenangkan dalam mempelajari Al-Qur’an. Metode ini disajikan dengan cara bernasyid, sehingga siswa bisa dengan mudah dan senang dalam mengenal huruf-huruf hijaiyah, tahsin serta tajwidnya. Bernasyid merupakan hal yang disukai oleh anak-anak dan semua umur sehingga jika sering didengarkan atau dinasyidkan , anak akan mudah hafal, jadi bernasyid bisa dijadikan sarana pembelajaran yang efektif. Dalam mempelajari Al-Qur’an dengan Metode Utsmani dilakukan dengan teknik bernasyid mempunyai 3 tahap pembelajaran, yaitu :

  1. Menguasai huruf
  2. Menguasai tanda baca
  3. Praktek membaca Al-Qur’an

PPDH sendiri sudah menerapkan penggunaan Metode Utsmani dalam pembelajaran Al Quran sejak beberapa tahun terakhir. Dan Alhamdulillah PPDH memperoleh kesempatan untuk langsung menghadirkan KH Efendi anwar Lc selaku penyusun buku Metode Utsmani tersebut  untuk memberikan pelatihan secara langsung kepada guru Al Quran atau guru halaqah di PPDH pada tanggal 9 dan 10 September yang lalu. Karena tahsin dan tajwid merupakan pondasi awal dalam belajar Al Quran sehingga penguasaan yang  benar dan efektif terhadap ilmu tersebut nantinya akan memberikan karakter positif dan daya saing santri dalam tahapan tahfidz.

Hadir bersama Ust Aris Munandar S.Pdi pelatihan yang berlangsung selama dua hari tersebut mengupas metode utsamani secara keseluruhan tahap demi tahap. Mulai dari buku satu untuk anak buku dua dewasa hingga buku tiga untuk dewasa. Pembagian ini untuk efektifitas pembelajaran di kelas para santri, mengingat kemampuan santri yang tidak sama rata maka perlu dilakukan klasifikasi. Peserta terlihat begitu antusias dalam menjalani pelatihan. Banyak ilmu baru yang didapat dan juga penyempurnaan terhadap ilmu-ilmu yang selama ini telah di amalkan. Dan pada akhir pelatihan terdapat sertifikasi bagi guru yang sudah memenuhi standar metode ustmani yang langsung dikeluarkan oleh Lembaga Metode Utsmani Jakarta. Sampai saat ini metode utsmani cukup efektif di terapkan dalam pembelajaran Quran di PPDH,semoga dengan adanya pelatihan ini makin memantapkan ilmu para pengajar di PPDH dan istiqomah dalam meng-amalkannya.