MENJAWAB DENGAN PRESTASI

MENJAWAB DENGAN PRESTASI

“Hidup seorang hamba tidak pernah sepi dari ujian,maka bawalah selalu sabar dan syukur sebagai bekal dalam menjalaninya” begitulah bunyi pesan yang senantiasa disampaikan oleh KH Nursalam Abdul Muthalib Al Hafidz selaku Pimpinan Pondok Pesantren Darul Huffaz dalam setiap kesempatan. Ujian manusia sangat beragam baik ujian kenikmatan maupun ujian kesukaran. Apabila kita tidak mampu menghadapi keduanya dengan bersabar dan bersyukur maka niscaya kita akan menjadi orang-orang yang merugi. Begitupun dengan Darul Huffaz, lembaga yang dibesarkan oleh ummat untuk selalu berikhtiar dalam mendidik generasi penerus yang hafidz Quran dan berakhlakul karimah juga tak terlepas dari ujian. Berbagai ujian dilalui silih berganti bahkan cacian dan hujatan terhadap fitnah yang didapatkan pun tak dapat dielakan dari orang-orang yang memilih untuk tidak bertabayun terlebih dahulu sebelum menyampaikan suatu kesimpulan. Namun justru darisitu lah lembaga ini belajar untuk terus berbenah diri bermuhasabah  dan terus fokus memperbaiki dan meningkatkan mutu dan prestasi. Biidznillah Pondok Pesantren Darul Huffaz memperoleh gelar Juara Kedua dalam Final Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ) yang 5 tingkat Asean yang digelar di Ponpes Darunnajah Jakarta melalui santriwati yang bernama Annisa Zahrotul Jannah.

                                                          

Berasal dari Kotabumi Lampung Utara Annisa atau yang akrab disapa caca oleh rekan-rekanya saat ini duduk di bangku kelas XII Madrasah Aliyah Darul Huffaz. Caca merupakan anak kedua dari orangtua nya Bapak M.Arsyad Huri dan Ibu Ewin Siti Zahara. Sempat berujar awal dirinya memasuki dunia pondok pesantren karena terispirasi dari kakaknya yang juga alumni pondok pesantren. Masuk dikelas 7 Madrasah Tsanawiyah caca terlebih dahulu harus memasuki kelas tahsin selama satu semester sebelum melanjutkan ke program Takhasus / Unggulan yang fokus pada hafalan Al Quran. Awalnya caca merasa minder karena ilmu Al Quran tertinggal cukup jauh dibanding dengan rekan-rekan lainnya tapi semangat juang yang selalu ditanamkan oleh kedua orangtuanya dan juga bimbingan dari guru-guru halaqah Quran di Darul Huffaz membuatnya semakin bertekad untuk jauh lebih menguasai ilmu AL Quran khususnya menghafal. Ketika pertama kali memperoleh target untuk menghafal sebanyak 1 halaman sehari caca dan rekan-rekan sampai harus begadang dimushola demi mencapai target tersebut kenangnya. “Selalu ada jalan ketika kita berusaha, jika kita selalu berusaha kita akan terbiasa, dan dari terbiasa itulah kita menjadi bisa” ujarnya. Ditambah dengan metode belajar dan bimbingan yang diberikan membuat caca dan saluruh santri merasa nyaman dalam belajar. Mulai dari target  satu halaman per hari hingga lima halaman perhari Alhamdulillah bisa dicapai.

Pengalaman caca di MHQ tidak terbilang instan, karena tercatat sudah empat kali mengikuti ajang tersebut dan belum berhasil,namun caca bertekad  dan berdoa suapaya bisa mendapatkan hasil terbaik ketika di tingkat Madrasah Aliyah kelak.Padat nya aktivitas baik akademik maupun ekstrakurikuler tidak membuat caca melupakan cita-cita nya, alhamdulilah berhasil khatam Al Quran pada bulan oktober 2018. Karena caca juga tercatat aktif di organisasi OSPDH , grup Nasyid An Nida dan ekskul Panahan. Namun menurut caca khatam Al Quran adalah awal dari perjuangan yang baru,perjuangan untuk menjaga hafalan,muraja’ah dan belajar mengamalkan isi dan kandungan Al Quran. Karena pencapaian itu lah caca berhasil terpilih kembali untuk mengikuti ajang Musabaqah Hifdzil Quran yang Ke 5 Tingkat Asean serta berhasil mendapatkan Juara Ke 2 tingkat 15 Juz. “Usaha dan tawakal adalah modal uatama, tugas kita adalah melakukan ikhtiar terbaIk bukan untuk menjadi juara” sambung caca. Sekali lagi Selamat untuk Annisa Zahrotul Jannah telah menjadi kebanggaan kami semua semoga bisa menjadi inspirasi untuk kita semua dan untuk santri Darul Huffaz khususnya. Karena menghafal Al Quran bukan tentang siapa paling cepat atau siapa yang paling mahir ,akan tetapi tentang siapa yang mau berjuang dan berkorban dan siap bangkit dari jatuhnya. Teruslah berkarya dan menjawab dengan prestasi.

 

ٱدْفَعْ بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ فَإِذَا ٱلَّذِى بَيْنَكَ وَبَيْنَهُۥ عَدَٰوَةٌ كَأَنَّهُۥ وَلِىٌّ حَمِيمٌ

“Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia” (QS. Fushilat : 34).